Sidoarjo Darurat Lawan Arus, Menantang Maut di Frontage Gedangan

 

Foto: Pengendara motor yang melaju kencang tepat di depan Anda dari arah berlawanan? Jika Anda sering melintasi Jalan Frontage Gedangan menuju Maspion III, pemandangan ini bukan lagi hal baru, melainkan "makanan" sehari-hari yang memuakkan.


​SIDOARJO,SUARASATU.ID- Pernahkah Anda merasa sudah berkendara dengan benar, namun tiba-tiba jantung hampir copot karena ada motor yang melaju kencang tepat di depan Anda dari arah berlawanan? Jika Anda sering melintasi Jalan Frontage Gedangan menuju Maspion III, pemandangan ini bukan lagi hal baru, melainkan "makanan" sehari-hari yang memuakkan,Selasa (7/4/2026) sekitar Pukul 07.00 WIB.


*​Rambu Hanyalah Hiasan*

​Padahal, jika kita menoleh sedikit saja, rambu dilarang masuk dan penunjuk arah sudah terpasang dengan sangat jelas. Namun sayangnya, bagi sebagian pengendara, rambu-rambu tersebut seolah-olah hanya dianggap sebagai hiasan jalan atau instalasi seni yang tidak punya makna hukum.

​Fenomena lawan arus ini terjadi secara masif, mulai dari titik Frontage Gedangan hingga mengekor jauh ke arah Maspion III. Alasan klasik seperti "biar cepat" atau "malas putar balik" seolah menjadi pembenaran untuk menggadaikan nyawa sendiri dan orang lain.



*​Absennya Pengawasan: Menanti Korban Jiwa?*

​Yang membuat kondisi ini semakin miris adalah minimnya pengawasan dari aparat Kepolisian terkait. Tanpa adanya tindakan tegas atau patroli rutin di jam-jam sibuk, para pelanggar ini merasa "mendapat panggung" dan semakin berani.

​"Ketidakhadiran petugas di titik-titik krusial ini seolah membiarkan budaya pelanggaran ini tumbuh subur. Apakah kita harus menunggu kecelakaan maut memakan korban jiwa terlebih dahulu baru ada tindakan nyata?"

*​Bahaya yang Nyata*

​Jalan frontage dirancang untuk memperlancar arus, bukan untuk menciptakan kekacauan baru. Aksi lawan arus ini sangat berbahaya karena:

- ​Blind Spot: Pengendara dari arah yang benar seringkali tidak siap menghadapi kendaraan dari arah berlawanan.

- ​Penyempitan Jalan: Arus lalu lintas menjadi semrawut dan memicu kemacetan yang seharusnya bisa dihindari.

- ​Risiko Adu Banteng: Kecepatan motor di jalur ini cukup tinggi, sehingga tabrakan depan-depan (adu banteng) sangat mungkin terjadi dengan fatalitas tinggi.

*​Harapan Kami*

​Melalui tulisan ini, saya berharap ada perhatian serius dari pihak Kepolisian maupun Dinas Perhubungan Sidoarjo. Jangan biarkan frontage yang sudah dibangun bagus-bagus ini berubah menjadi jalur maut akibat pembiaran.

​Untuk para pengendara, Ingat, keluarga menunggu Anda di rumah. Jangan demi hemat waktu 5 menit, Anda kehilangan masa depan selamanya. (Icak/red)

1 Komentar

  1. Setuju sekali dengan berita ini, semofa aparat dan pemerintah sidoarjo segera menindak tegas pengendara pelanggar

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama