![]() |
| 3.600 Lulusan Jatim Dilepas Kerja ke Luar Negeri |
SURABAYA, Suarasatu.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi melepas 3.600 lulusan SMK dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja ke luar negeri di Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5/2026). Ribuan tenaga kerja muda itu diberangkatkan ke sedikitnya 13 negara tujuan di tengah tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di pasar global.
Sebanyak 3.000 lulusan berasal dari SMK dan 600 lainnya dari LKP. Mereka akan bekerja di Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, China, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bulgaria, Brunei Darussalam hingga Thailand.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut pelepasan ribuan lulusan tersebut menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur dinilai mampu memenuhi standar kebutuhan industri internasional.
“Artinya lulusan SMK dan LKP kita ini berkualitas, memiliki kompetensi yang memang dibutuhkan dunia kerja bahkan di kancah global,” tegas Khofifah dalam sambutannya.
Prosesi pelepasan dilakukan secara simbolis dengan pemasangan jaket kepada delapan perwakilan peserta SMK dan dua peserta LKP oleh Khofifah bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengingatkan para peserta agar menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri. Ia meminta para lulusan menjadikan bendera Merah Putih sebagai simbol tanggung jawab dan kehormatan bangsa di negara tujuan.
Data Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan, provinsi ini masih menjadi daerah dengan jumlah peserta magang kerja dan pekerja migran tertinggi di Indonesia. Pada 2026 tercatat sebanyak 4.920 peserta dan alumni dari 112 SMK dan LKP mengikuti program magang serta penempatan kerja luar negeri.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.186 peserta merupakan siswa kelas XII dan 1.734 lainnya alumni. Sementara 1.617 peserta telah mengantongi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), terdiri dari 587 siswa dan 1.030 alumni.
Tak hanya itu, sebanyak 51 kompetensi keahlian dari total 174 program keahlian SMK di Jawa Timur dilaporkan telah menembus pasar kerja internasional. Kondisi ini memperlihatkan meningkatnya orientasi pendidikan vokasi Jawa Timur terhadap kebutuhan industri global.
Pada agenda yang sama, Khofifah juga menyerahkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada Abdul Mu’ti atas dukungan revitalisasi pendidikan dan perluasan akses kerja luar negeri bagi lulusan SMK Jawa Timur.
Sementara itu, Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah pusat terus mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui pelatihan bahasa asing dan peningkatan kompetensi kerja agar lulusan siap bersaing di pasar internasional secara legal dan profesional.
“Kami sejak awal menegaskan bahwa pendidikan itu tidak hanya terbatas pada belajar di sekolah, tapi juga belajar di lembaga-lembaga kursus,” ujar Abdul Mu’ti.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kemendikdasmen juga meluncurkan program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) di SMK. Program itu memberikan tambahan satu tahun pelatihan khusus setelah siswa menyelesaikan pendidikan tiga tahun di SMK sebagai persiapan memasuki dunia kerja di dalam maupun luar negeri.
Red-Suarasatu)
