Komitmen Cetak Generasi Hafidz, MA. Hasyim Asy'ari Selenggarakan Munaqosyah Tasmi Al Qur'an Bil Ghoib



Foto: Rangkaian kegiatan Munaqosyah Tasmi Al Qur'an Bil  Ghoib MA. Hasyim Asy'ari Balongsari Tama Surabaya.


Surabaya, Suarasatu.id- Komitmen MA. Hasyim Asy'ari Surabaya untuk mencetak generasi penghafal Al Qur'an (Hafidz) di wujudkan dengan di selenggarakannya Munaqosyah Tasmi Al Qur'an Bil  Ghoib, yang di ikuti oleh 15 peserta didik MA. Hasyim Asy'ari. Kegiatan ini di laksanakan pada hari senin (18/05/2026) pagi, bertempat di gedung sekolah MA. Hasyim Asy'ari, Balong Sari Tama, Surabaya. 

Acara yang di mulai pada pukul 08.00 WIB ini di  awali dengan serangkaian acara diantaranya pembukaan, Tilawah dan Munaqosyah, Penilaian oleh dewan penguji, yang dalam kesempatan ini di hadiri oleh Ust. Achmad Sholahuddin selaku penyuluh agama kecamatan Tandes dan 3 Hafidz dari FSHS,  Pembacaan doa dan yang terakhir penutup. 

Tujuan pelaksanaan Munaqosyah Tasmi Al Qur'an Bil  Ghoib, bukan hanya sekedar setoran hafalan, tetapi juga untuk mengukur kualitas hafalan, menguatkan ingatan dan mental, melatih karakter, menjaga ketepatan tajwid dan makhraj, serta memberikan motivasi dan syiar. 

Acara yang tiap tahun rutin di selenggarakan oleh MA. Hasyim Asy'ari Surabaya ini memberikan dampak positif bagi para siswa, serta memberikan motivasi siswa untuk lebih giat dalam belajar Al Qur'an. 

Bagi para peserta, Munaqosyah Tasmi Al Qur'an Bil  Ghoib ini memberikan banyak manfaat. Bagi peserta yang di nyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat hafalan yang bisa di gunakan untuk ke jenjang sekolah selanjutnya, bahkan bisa digunakan untuk mendapatkan beasiswa. 

Para guru yang hadir dalam pelaksanaan acara tersebut juga ikut memberikan dukungan dan do'a bagi para peserta, seperti yang di ungkapkan oleh Munawaroh,S.HI selaku Guru MA. Hasyim Asy'ari yang mengatakan bahwa " Ujian ini memang bikin deg-degan karena minimal 1 juz sekali duduk. Ada yang sekali duduk 5-10 juz dan seterusnya hingga 30 juz. Itu semua membutuhkan kekuatan ingatan hafalan, kejelian, keberanian mental, kekuatan fisik dan nafas secara prima, serta kekuatan tekad dan doa yang membaja pantang menyerah".

Saat di wawancara di akhir acara, Ust. Moh. Junaidi.,S.Ag.,M.Pd.I selaku Koordinator Tahfidz dan guru Tahfidz MA. Hasyim Asy'ari Surabaya mengatakan "Melihat anak-anak berdiri di depan penguji, menyetorkan hafalan tanpa mushaf, rasanya bangga sekaligus terharu. Ini bukti hasil murojaah mereka selama berbulan-bulan. Pesan saya, jangan berhenti sampai di sini. Jaga hafalan ini karena menjaga Al-Qur'an sama dengan menjaga diri sendiri.". (Mun/red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama