Lapak Kambing Kurban Mulai Serbu Pinggir Jalan

 

Miarno salah satu penjual kambing di Kota Madiun.


MADIUN, Suarasatu.co.id - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, lapak penjualan kambing kurban kembali menjamur di sejumlah ruas jalan utama di Kota Madiun. Aktivitas musiman ini mulai terlihat ramai, salah satunya di sepanjang Jalan Panjaitan, Kelurahan Pandean, yang dipadati pedagang kambing kurban dadakan.

Salah satu pedagang, Miarno (72), warga Kelurahan Mojorejo, mengaku telah hampir satu dekade membuka lapak kambing kurban setiap momentum Iduladha. Tahun ini, ia mulai berjualan sejak beberapa hari terakhir dan beroperasi penuh selama 24 jam hingga 28 Mei mendatang.

“Lapak buka terus sampai tanggal 28 Mei karena masih ada warga yang menyembelih kurban sehari setelah Iduladha,” ujar Miarno saat ditemui di lokasi penjualan.

Di lapaknya, Miarno menyediakan sekitar 15 ekor kambing. Sebagian besar hewan didatangkan dari luar daerah melalui sistem kulakan, sementara hanya sembilan ekor merupakan ternak miliknya sendiri.

Meski permintaan hewan kurban mulai meningkat, Miarno menyebut harga kambing tahun ini relatif stabil bahkan cenderung turun dibanding musim kurban sebelumnya. Kambing ukuran kecil dijual mulai Rp1,5 juta per ekor, sedangkan ukuran besar dipasarkan antara Rp2,4 juta hingga Rp3 juta per ekor.

“Harga tahun ini stabil, malah ada yang turun dibanding tahun lalu,” katanya.

Menurutnya, pada musim Iduladha tahun sebelumnya kambing usia minimal satu tahun masih mampu menembus harga Rp1,8 juta per ekor. Namun hingga kini, daya beli masyarakat dinilai belum menunjukkan peningkatan signifikan.

“Biasanya bisa terjual 30 sampai 40 ekor selama musim kurban. Sekarang baru dua ekor yang laku,” ungkapnya.

Di tengah maraknya penjualan hewan kurban di pinggir jalan, pengawasan kesehatan hewan juga mulai diperketat. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kota Madiun disebut telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap kambing yang dijual para pedagang.

Petugas memeriksa kondisi fisik hewan sekaligus memberikan obat-obatan guna memastikan hewan kurban yang dipasarkan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

“Sudah diperiksa dari dinas, dicek kesehatannya dan diberi obat-obatan,” pungkas Miarno.

(Red-Suarasatu)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama